Pupuk Organik Cair Atau POC


Persyaratan atau standar kadar bahan kimia serta pH Dalam Membuat POC

Dalam pembuatan pupuk organik cair, perlu diperhatikan persyaratan atau standar kadar-kadar bahan kimia serta pH yang terkandung di dalam pupuk organik tersebut. Berikut adalah persyaratan teknis minimal pupuk organik yang ditetapkan oleh Departemen Pertanian Republik Indonesia.

Tabel 1. Standar Kualitas Mutu Pupuk Organik

Parameter
Standar
Total N
<2 %
C organik
>4 %
Rasio C/N
15-25%
P2O5
<2 %
K2O
<2 %
pH
4-8
Sumber: (Peraturan Menteri Pertanian No.28/Permentan/OT.140/2/2009)

Unsur hara makro dan mikro sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman. Fungsi unsur hara makro diantaranya

Nitrogen (N), yang berfungsi merangsang pertumbuhan tanaman secara keseluruhan, untuk sintesis asam amino dan protein dalam tanaman, merangsang pertumbuhan vegetatif (warna hijau daun,  panjang daun, lebar daun) dan pertumbuhan vegetatif batang (tinggi dan ukuran batang) (Kloepper, 1993).

Phospat (P) berfungsi untuk pengangkutan energi hasil metabolisme dalam tanaman, merangsang pertumbuhan akar, merangsang pembentukan biji, merangsang pembelahan sel tanaman dan memperbesar jaringan sel, merangsang pembungaan serta pembuahan.

Kalium (K) berfungsi dalam proses fotosintesa, pengangkutan hasil asimilasi, enzim dan mineral termasuk air. Meningkatkan kapasitas tukar kation (KTK) tanah dan membentuk senyawa kompleks dengan ion logam yang meracuni tanaman seperti aluminium, besi, dan mangan. Selain itu dapat meningkatkan daya tahan/kekebalan tanaman terhadap penyakit (Kloepper, 1993).

Selain unsur makro, tanaman juga memerlukan unsur mikro, antara lain : Kalsium (Ca) dalam tanaman sebagai penguat dinding sel, memperbaiki vigor tanaman dan kekuatan daun, mendorong perkembangan akar, berperan dalam perpanjangan sel, sintesis protein dan pembelahan sel (Leiwakabessy dan Sutandi, 2004). Magnesium merupakan bagian dari klorofil yang berfungsi dalam proses fotosintesis, terlibat dalam pembentukan gula, mengatur serapan unsur hara yang lain, sebagai carrier fosfat dalam tanaman, translokasi karbohidrat, dan aktivator dari beberapa enzim transforforilase, dehidrogenase, dan karboksilase (Leiwakabessy dan Sutandi,2004) 
Tanaman mengambil besi dalam bentuk Fe2+, Fe3+, dan NaFeEDTA. Peranan Fe dalam tanaman yaitu mempertahankan klorofil dalam daun, merupakan bagian penting dari hemaglobin, sebagai protein ferredoxin dalam metabolisme seperti fiksasi N2, fotosintesis, dan transfer elektron dalam khloroplas tanaman. Mangan berperan dalam proses reduksi dan oksidasi, meningkatkan penyerapan cahaya, sintesis protein, dan berperan sebagai katalis dalam reaksi tanaman (Amilia, 2011).
Nisbah C/N adalah perbandingan kadar karbon (C) dan kadar nitrogen (N) dalam suatu bahan. Nisbah C/N dapat digunakan sebagai indikator proses fermentasi yaitu jika jumlah perbandingan antara karbon dan nitrogen masih berkisar antara 20 sampai 30% maka hal tersebut mengindikasikan bahwa pupuk yang difermentasi sudah bisa untuk digunakan. Perbedaan kandungan C dan N tersebut akan menentukan kelangsungan proses fermentasi pupuk cair yang pada akhirnya mempengaruhi kualitas pupuk cair yang dihasilkan (Pancapalaga, 2011).
Pada umumnya bahan organik yang segar mempunyai nisbah C/N tinggi, seperti jerami padi sebesar 50-70%. Prinsip pembuatan pupuk adalah menurunkan nisbah C/N bahan organik, sehingga sama dengan nisbah C/N tanah (< 20). Semakin tinggi nisbah C/N bahan maka proses pembuatan pupuk akan semakin lama karena nisbah C/N harus diturunkan. Nisbah C/N merupakan perbandingan dari pasokan energi mikroba yang digunakan terhadap nitrogen untuk sintesis protein. (Sumber http://e- journal.uajy.ac.id/12597/3/BL013572.pdf)

Pengertian Dari Fermentasi, fragmentasi dan dekomposisi By Wahyu Garuda

Fragmentasi atau fragmentasi klonal pada organisme multi seluler atau kolonial adalah bentuk reproduksi aseksual atau kloning dimana organisme memecah diri menjadi fragmen-fragmen. Masing- masing fragmen ini berkembang menjadi dewasa, tumbuh menjadi individu dewasa yang merupakan klon dari organisme asli.
Fermentasi adalah proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen) Ragi
dikenal sebagai bahan yang umum digunakan dalam fermentasi untuk menghasilkan etanol dalam bir, anggur dan minuman beralkohol lainnya.
Dekomposisi merupakan proses perubahan menjadi bentuk yang lebih sederhana; penguraian, Pembusukan atau dekomposisi merupakan salah satu perubahan secara kimia yang membuat objek, biasanya makhluk hidup yang mati dapat mengalami perusakan susunan/struktur yang dilakukan oleh dekomposer (termasuk semut, belatung, bakteri dan jamur).

Mohon Simak Biar Gak Repot Jika Ada Anjuran Fermentasi By Choirul Anam

A. Bahan utama yg harus ada

1. Karbohidrat - bisa air leri, tepung Dan dedak.
2. Molase atau bisa gula merah Gula pasir
3. Air

B. Bahan yg akan difermentasi baik buat Mol, atau buat POC.

1. daun2an
2. buah2an
3. bonggol pisang
4. kotoran hewan atau yang lain, itu semua tergantung anda, bisa satu bahan atau lebih.

C. Dekomposer/mikroba.

Setelah bahan A disiapkan bahan B masukkan jika perlu dipotong2 atau diblender dulu sebelum dimasukkan. Terakhir masukkan C. dekomposer/mikroba dan aduk hngga merata.


NITROGEN (Urea)

Sumber bahan organik yang mempunyai kandungan Nitrogen yaitu segala dedaunan hijau terutama bagian pucuk seperti daun gamal, daun pisang, babadotan, kipahit, Azola ganggang, lumut, tanaman pakis, Urin serta Kohe Ternak dan lain-lain. Proses pembuatannya melibatkan Microorganisme (decomposer) untuk menguraikan bahan. Dan dilakukan fermentasi secara aerob dan boleh an-aerob. Untuk mempercepat proses fermentasi boleh menggunakan asem-aseman seperti air belimbing, mengkudu, asam citrad dan lain-lain.