1. Faktor apa saja yg membuat tanah kita tidak subur?
- Pemakaian pupuk kimia yg berlebihan, herbisida dan pestisida.
- Bahan organic tidak dikembalikan.
- Tak ada jeda tanam untuk mengistirahatkan tanah
2. Salah satu ciri tanah yg tidak subur adalah pH tanah menjadi asam, pH juga menjadi tak labil. Akibatnya apa saja yg ditimbulkan bila seperti itu?
- Vigor tanaman lemah.
- Mudah terserang pathogen tular tanah
- Serapan nutrisi tanaman lemah
- Agregat lemah, daya sangga tanaman terhadap air, udara dan nutrisi melemah, cirinya tanah lengket, akibatnya akar tanaman tidak bebas.
3. Bagaimanakah penanganannya?
- Untuk sawah, tebar jeraminya. Itu hak tanah, harus dikembalikan ke tanah. Dan bahan organic sesuai dengan tanah sawah adalah jerami.
- Tambahkan dengan kompos. Disarankan kompos mencapai 5 ton per hectare.
- Masukkan arang, kunci agregat disawah adalah arang.
- Aplikasikan agen hayati.
4. Berapa dosis pukim yg dianjurkan untuk padi?
- Pupuk kimia disesuaikan saja dengan vigor, aplikasikan sesedikit mungkin, hanya supaya tanaman tidak stress. Jika dirasa cukup, maka pemakaian pupuk kimia tidak disarankan.
- Jika aplikasi agen hayati sudah berjalan, kurangi pemakain pupuk kimia hingga 50 %.
- Pupuk organic jangan hanya sebagai dasaran saja, perlu juga aplikasi pupuk organic susulan.
- Tak ada dosis yg menjadi patokan, karena beda daerah beda kontur tanah.
- Untuk dasaran semai padi, tebarkan kompos dan arang. Kemudian spray agen hayati. Setelah itu sebar bibit. Boleh aplikasi pukim tapi yg seimbang, jangan hanya N, terutama P penting untuk penguatan akar. Akar padi yg baik itu panjangnya dua kali lipat Panjang daunnya.